BANNER ATAS POS
BENGKULU UTARA. RP – Presiden Joko Widodo  bertemu dengan para bupati berbagai wilayah di Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi menyinggung soal kondisi ekonomi dalam pertemuan itu. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).
Ada sekitar 27 bupati yang hadir termasuk Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian.
Para kepala daerah diminta untuk berhati-hati karena gejolak ekonomi di sebuah negara bisa berdampak ke negara lain.
“Dan juga kebijakan ekonomi, ekonomi besar terutama Amerika-Tiongkok juga sama bisa mempengaruhi kita,” katanya.
Tetapi, lanjut Jokowi, kinerja ekonomi Indonesia dalam situasi sulit tersebut patut disyukuri. “Alhamdulillah patut kita syukuri bahwa kinerja ekonomi kita dalam situasi yang sangat-sangat sulit seperti ini saya kira informasi terakhir dari BPS kita tahu pertumbuhan ekonomi kita stabil dan menaik di triwulan ketiga, yaitu pada angka 5.17%,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bengkulu Utara Mian tidak menyia-nyiakan kesempatan dalam agenda tersebut beliau menyampaikan agar keputusan menteri Perindustrian yang menyulitkan pembangunan pabrik Karet agar dihapuskan, selain itu Bupati Mian juga meminta dana bagi hasil ekspor Crude Palm Oil  untuk diberikan kepada daerah sebagai penghasil sawit.
“Hal itu diperlukan untuk mendukung pembangunan di daerah,”ujarnya.
Bupati juga mengusulkan ruas jalan nasional Batiknau, Urai dan Ketahun yg diterjang abrasi agar segera ditangani oleh kementerian PU pusat.
Bupati Mian juga meminta Jokowi berkunjung ke Bengkulu Utara sebagaimana pernah diajukan oleh Mian sebelumnya. Dikatakan Mian, terkait kesediaan Jokowi berkunjung ke Bengkulu Utara akan ada jawaban dalam waktu dekat ini. 
(Mc/BU)