BANNER ATAS POS

HidayahBengkulu.Com, –  Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu melalui Tim Intelijen bersama Kasi Pidsus Kajari Rejang Lebong, berhasil meringkus DPO, Supratman Urip, yang merupakan terpidana kasus tindak pidana korupsi Pengajuan Kredit pada BPD cabang Curup tahun 1995 dan 1996, Senin (04/03/2019).

Terpidana Korupsi, Supratman Urip telah kabur selama kurang lebih belasan tahun, dalam pencarian tersebut, Tim Intelijen Kajati Bengkulu mengetahui keberadaan Supratman di Provinsi Bengkulu, hingga akhirnya berhasil ditangkap di Bengkulu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kajati Bengkulu, Marthin Luther, SH, MH,  membenarkan adanya tangkapan DPO tersebut.

“Ya, tadi tim Intelijen Kajati Bengkulu bersama Kasi Pidsus Kajari Rejang Lebong meringkus DPO terpidana Kasus BPD Curup,” ungkapnya, Senin (04/04/2019) Sore.

Supratman Urip merupakan salah satu dari 3 terpidana dalam Putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu Nomor : 25/PID/2003/PT.BKL tanggal 10 Mei 2003, kasus tindak pidana korupsi Pengajuan Kredit pada BPD cabang Curup tahun 1995 dan 1996  dengan total Kerugian Negara sebesar Rp. 1.091.777.789,00 (Satu milyar Sembilan puluh satu juta tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu tujuh ratus delapan puluh Sembilan rupiah).

Sebelumnya, terpidana M. Taufik yang merupakan rekanan Supratman Urip dalam kasus yang sama sudah ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung di Jakarta, dan saat ini sudah berada di Lapas Bentiring Bengkulu.

Untuk diketahui, Supratman Urip langsung dibawa ke Lapas Bentiring untuk menjalani hukuman pidana selama 2 (dua) tahun penjara, denda Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah), subsider 5 bulan serta uang pengganti sebesar Rp. 500.000.000. (Wow).