BANNER ATAS POS

HD-Secara mengejutkan seorang warga Kota Bengkulu yang merupakan Mantan Preman Pasar Minggu bernama Muhammad Daud bersama beberapa rekannya mendatangi Kantor DPD Partai Perindo Provinsi Bengkulu untuk mengambil formulir dan mendaftarkan Helmi Hasan sebagai Bakal Calon Gubernur Bengkulu pada Pilkada 2020, Jumat (1/11/2019).

Muhammad Daud mengaku datang atas inisiatif sendiri ingin mengambil formulir. Daud ingin Helmi Hasan menjadi Gubernur Bengkulu.

“Karena beliau (Helmi Hasan) sudah kami lihat dimana-mana dan jamaah dari mana-mana pun, sangat mendukung Helmi Hasan untuk duduk menjadi Gubernur,” ujar Muhammad Daud.

Sambung pria yang tubuhnya dipenuhi tato ini, Helmi merupakan figur yang cocok untuk menjadi Gubernur Bengkulu. Hal ini dapat dilihat dari sosok Helmi Hasan yang selalu mengutamakan dan memprioritaskan rumah ibadah. Dan sekarang sudah berjalan program Helmi Hasan dimana Masjid-Masjid dibuka 24 jam.

“Apalagi program yang sudah berjalan, Masjid-Masjid dibuka 24 jam dan Masjid-Masjid lebih diutamakan, diprioritaskan seperti air, marbot. Itu adalah sosok seorang calon Gubernur ini nanti. Insya Allah kalau Allah mengizinkan, kami lillahita’ala sangat mendorong beliau dan mengharapkan beliau ini duduk,” terang Muhammad Daud.

Namun sayangnya, rencana mengambil formulir itu kandas karena kedatangan Daud dan kawan-kawannya tidak dibekali dengan surat mandat dari calon kandidat Helmi Hasan. Terkait syarat mandat tersebut, Daud mengatakan, akan melakukan musyawarah terlebih dahulu, karena kedatangannya bersama rekan-rekannya kali ini adalah murni inisatif sendiri.

“Kita akan diskusi, musyawarah untuk nanti seperti apa. Apa kami ingin bertemu dengan calon Kandidat atau seperti apa, nanti akan kami kabari,” ucap Muhammad Daud.

Saat ditanya latar belakang, Daud mengaku dirinya adalah mantan preman Pasar Minggu, Kota Bengkulu yang hijrah setelah ikut jamaah. “Iya dulu saya preman di Pasar Minggu dan Alhamdulillah setelah sering mengikuti majelis ilmu membuat saya seperti sekarang ini (Insaf),” jelas Muhammad Daud.

Sementara itu, Ketua tim Penjaringan Balon Gubernur Partai Perindo Provinsi Bengkulu, Gustianto menjelaskan, pihaknya tidak menolak inisiatif masyarakat yang ingin mengambil formulir pendaftaran Balon Gubernur untuk Helmi Hasan tersebut.

“Kita tidak menolak, namun kita tanya apakah ini inisiatif mereka atau dari tim Helmi Hasan. Nah ternyata inisiatif mereka. Kalau inisiatif mereka, kita inikan resmi, nah kita minta surat mandatnya. Jangan sampai nanti ketika dikonfirmasi dengan bakal calon dia tidak tau. Karena begini, sebelum mereka (masyarakat) datang tadi, kita kordinasi dengan orang PAN, Dempo Xler, ternyata tidak tau menahu. Nah jadi kita minta surat pengantar bahwa Helmi Hasan yang menghendaki untuk daftar ke Perindo. Nanti ada lagi yang datang, yang lain itu datang tetapi dengan surat mandat,” jelas Gustian.